Kekerasan Itu Ilegal SELAMANYA
Kekerasan bukan lagi hal yang langka. Dari zaman dulu hingga sekarang sudah banyak sekali kasus kekerasan. Mungkin memang sifat bawaan manusia yang agresif dan bermusuhan. Dosen saya pernah berkata ada seorang tokoh dunia yang mengatakan bahwa pada dasarnya manusia itu berdosa dan untuk menutupi dosanya tersebut ia mencari kekuasaan yang kemudian diterapkan kepada orang lain. Jadi intinya kekuasaannya itu adalah untuk menguasai orang lain, padahal orang lain juga memiliki kepentingan dan kemandirian sendiri untuk menentukan apa yang dipilihnya, dan jika ia tidak mau kekuasaan orang itu ada di atasnya maka akan terjadi konflik yang berlanjut ke kekerasan.
Segala bentuk kekerasan tidak boleh dilanjutkan. Mungkin kekuasaan yang saya jelaskan tadi mengandung unsur politik di dalamnya, karena kekuasaan merupakan bagian dari politik. Semakin kuatnya kekuatan maka semakin tinggi pula kekuasaannya di atas yang lain, semakin banyak pula yang tunduk (realis) dan semakin banyak pula yang ingin bekerjasama (idealis). Bila tidak ada yang ingin dikuasai, maka akan terjadi pemaksaan untuk menuruti kekuasaan itu. Pemaksaan itu berlanjut pada kekerasan di kemudian. Kekerasan sendiri akan menimbulkan korban hingga korban dalam bentuk apa pun itu. Hingga kini juga kekerasan sudah di larang bahkan di seluruh negara di dunia. Penganiayaan, pembunuhan, perampasan, dan lainnya merupakan bentuk lain dari kekerasan. Korban pun akan terus berjatuhan bila kekerasan terus terjadi. Bagaimana pun kekerasan itu dilarang, bagaimana pun kekerasan itu dikecam bagi seluruh umat manusia, tetapi pertanyaannya mengapa kekerasan terus terjadi hingga saat ini?
Kekerasan itu ilegal untuk selamanya walaupun mungkin akan terus terjadi selamanya hingga akhir zaman
Dari dulu sejak zaman nenek moyang bahkan sudah terjadi kekerasan. Kekerasan yang terjadi pun yang harus mengorbankan nyawa. Ratusan nyawa yang sangat berharga hilang begitu saja, karena sifat alamiah manusia yang memang agresif dan bermusuhan. Bila ada kepentingan yang tidak dapat terwujud antar dua pihak atau lebih maka terjadi konflik, dan konflik bisa saja menimbulkan kekerasan. Masing-masing pihak pasti berjuang untuk mewujudkan kepentingannya dengan cara apapun, dan bila pihak lain bertentangan dengan kepentingan pihak yang pertama tadi maka akan memicu konflik yang berkemungkinan terjadi kekerasan. Bagaimana jika kekerasan sudah menjadi budaya seluruh umat manusia? Dan yang namanya budaya merupakan kebiasaan manusia yang wajib dilanjutkan, dan bila kekerasan itu sudah menjadi budaya, bagaimana nasib umat manusia di seluruh dunia? Di mana ‘Cinta Kasih’ seperti yang diajarkan Kristus? Manusia akan menganiaya, melukai, bahkan membunuh sesamanya hanya demi keserakahan mereka akan kepentingan dan ‘budaya kekerasan’ mereka itu.
Sungguh tidak adil bila kekerasan dilakukan hanya untuk mewujudkan kepentingan. Kekerasan bukan jawaban tetapi hanya menambah masalah yang menimbulkan dendam, trauma psikis, dan pada akhirnya akan timbul lagi kekerasan lagi di masa yang akan datang. Kekerasan itu ilegal untuk selamanya walaupun mungkin akan terus terjadi selamanya hingga akhir zaman. Sungguh mengerikan hal-hal yang timbul akibat kekerasan yang seri terjadi. Keserakahan manusia akan hidupnya yang tidak pernah merasa puas akan menghancurkan keberlangsungan hidup yang damai. Kedamaian pun menjadi hal yang langka dan sebaliknya, kekerasan seakan sudah menjadi hal yang biasa. Tentu seluruh umat manusia ingin terwujudnya perdamaian, tetapi kekerasan akan selalu terjadi bagi para penganut paham realisme yang akan terus memerlukan peperangan hingga akhirnya tercipta perdamaian. Bagi para penganut realisme, perdamaian akan tercipta bila sudah ada yang menyerah untuk ikut kepada kepentingan pihak pemenang karena yang kalah sudah kalah dalam peperangan (kekerasan).
Biar bagaimana pun kekerasan itu merupakan hal yang ilegal bahkan akan terus menjadi ilegal. Kekerasan itu ilegal selamanya entah bagaimana pun wujudnya. Setiap orang punya hak asasi dan setiap orang harus menyadari hak-hak asasi setiap orang. Sungguh menyedihkan bila kekerasan terus berlangsung hingga akhir hayat kehidupan manusia di bumi ini. Mari sama-sama berefleksi agar dapat meredam timbulnya kekerasan di masa yang akan datang. Salam blogger Indonesia









Tergantung sebagai apa? Kalo sebagai korban, dikerasin apa gak membela diri dengan cara yang keras pula. Kalo dikerasin kemudian dialog, ya dikerjain beneran d. Udah banyak contoh boss, jadi tolong situ jangan hidup di awan, tolong membumi, sehingga bisa paham bahwa yang ilegal bisa legal tergantung waktunya ….
[Reply]
walterr Reply:
Februari 6th, 2012 at 10:20 PM
Komentar yang menarik
banyak contoh tuh, salah satunya bisa kamu sebutin? kalo ilegal bisa menjadi legal tergantung waktunya, berarti yang salah bisa dianggap benar juga tergantung waktunya? Atau misalnya, sesuatu yang menurut kamu ’salah’ tetapi menurut orang banyak ‘benar’, terus ‘kebenaran’ yang sesungguhnya itu apa dong?
[Reply]
Apalagi Kekerasan Yang Mengatasnamakan Kepentingan Agama,sesuatu yang sangat konyol sekali,Brutal untuk moral atau moral yang Brutal??
Kan agama tuh Menyangkut Moral..
[Reply]
walterr Reply:
Februari 7th, 2012 at 10:44 AM
sudah banyak sekali kekerasan yang mengatasnamakan agama. Pada dasarnya agama mengajarkan moral yang baik untuk penganutnya, karena kebaikan yang diajarkan itulah sampai sekarang agama pasti punya penganut. Kalau menurut saya kekerasan yang mengatasnamakan agama itu brutal untuk moral, karena kebrutalan manusia yang mengatasnamakan agama dalam kekerasan yang dilakukan merusak moral manusia itu sendiri. Bagaimana menurut Anda? Senang sekali dengan komentar Anda
[Reply]
sebelumnya mohon maaf…definisi kekerasan disini berpedoman pada apa…jika kita berbeda pedoman, mungkinkah kita bisa sefaham…atau malah kita saling berdalil keliling..alias tanpa titik temu definisi kekerasan itu sendiri…dan seterusnya semakin kusut jika mem blow image kekerasan….
yg saya tangkap dari bahasan mu adalah…’stigma kekerasan’ yg didapat dari kondisi yg tercitra terolah dlm pandangan hidupmu ataupun org yg jadi rujukanmu(tulisan ini), bukan kondisionalnya..dlm arti sesuai tempatnya atau koridornya tentunya dg kadar yg disesuaikan pula… semoga jd masukan…peace… : )
[Reply]
walterr Reply:
Februari 7th, 2012 at 11:55 AM
disini berpedoman pada segala tindak kekerasan yang melanggar hukum dan melanggar moral serta hak asasi, kekerasan menurut pedoman Anda bagaimana?
tentu saja menjadi masukan, bahkan menjadi masukan yang sangat penting. Terima kasih atas komentar Anda
Ya benar, tentu saja didapat dalam pandangan saya karena tulisan ini adalah opini saya
[Reply]
Tulisan yang sangat menarik, keep posting bro!
[Reply]
walterr Reply:
Februari 7th, 2012 at 12:06 PM
terima kasih
[Reply]